Wednesday, May 30, 2012

TELAH BERMULA SATU PERJALANAN YANG BARU....

Pada  zahirnya mereka melihat mama begitu kuat dalam mengharungi liku-liku kehidupan ini tanpa babah. Namun, Allah sahaja yang maha mengetahui.... adakalanya mama rebah, hilang arah dan pedoman hidup....adakalanya mama keras,,, sekeras berlian di dasar gunung berapi....

Hari ini mama lalui liku-liku hidup ini dengan anak-anak ditemani Allah s.w.t...  segala-gala yang mama buat kali ini semuanya kerana Allah s.w.t. Mereka hanya memandang pada zahirnya dan tidak mengetahui kebenarannya. Kebenaran itu amat perit untuk diluahkan, buat masa ini biarlah rahsia....... mama percaya jodoh, pertemuan, ajal, dan maut semuanya di tangan Allah s.w.t. Yang penting buat masa ini mama perlu lebih banyak memperbaiki diri dalam segala-galanya, dan setiap langkah yang mama ambil semuanya kerana Allah s.w.t, babah dan anak-anak. 

Ini mungkin jalan yg terbaik buat mama dan anak-anak....insya allah... memulakan kehidupan yang baru ini tanpa menoleh kebelakang.... mama tetap tidak akan lupakan setiap detik manis dan pahit yang pernah mama lalui ketika bersama babah... mama juga tetap tidak akan lupakan mereka yang sama-sama membantu mama sejak dulu hingga kini... yang paling penting ....selagi nyawa di kandung badan mama tetap akan berdoa buat babah suami kesayangan mama Noor Azaha Rasadi, mak dan abah serta umat islam yang masih hidup mahupun yang sudah tiada..... 

BABAH ....doa mama dan anak-anak buat babah, tetap tidak akan putus... Insya - allah....  

Friday, February 3, 2012

Boleh saya bercakap dengan En. Noor Azaha Rasadi??

Semalam mama menerima panggilan telefon dari seseorang menerusi hand phone babah. Nombor tertera 038888..... mesti putrajaya atau badan kerajaan. Ketika mengangkat tidak terlintas langsung soalan itu yang akan di tanya. Hello, ini nomb. En. Noor Azaha Rasadi Penerbit Rancangan Selamat Pagi Malaysia?, Belum sempat mama menjawap, pemanggil terus berkata mahu bercakap dengan babah.....Ya-allah, peritnya, air mata turun tanpa henti, kenangan menerjah kembali... dalam nada terketar-ketar mama menjawap, " Minta maaf, En. Noor Azaha Rasadi, sudah meninggal pada 22 Jun 2010....

Thursday, February 2, 2012

Catatan Pertama Tahun 2012

Sudah terlalu lama aku tidak menjenguk blog yang sudah lama ku tinggalkan... Ini bukan bererti aku lupa... tetapi teringat kata-kata babah, "Abang tak suka tulis diary, kalau orang terbaca.... semua hal kita orang tahu", kata-kata ini mengingatkan aku agar berhati-hati dalam setiap penulisan. Adakalanya terlepas juga.... sepanjang pertengahan tahun 2011 hingga ke akhirnya...ada pelbagai dugaan yang aku lalui dan kadangkala membuatkan hati ini sedih dan tertekan... oleh demikian dari membuat sebarang kenyataan yang membolehkan orang lain  terluka ada baiknya aku pendam sahaja.

Tahun 2012, di mulakan dengan satu misi....misi menambah pendapatan bersama seorang sahabat. Ini azamnya dan azam aku... kami baru mencuba...insya allah moga usaha kami di berkati allah s.w.t

Wednesday, May 4, 2011

Ku Mohon

Kalau di tanya isi hati mama ketika ini,,,,memang ada kenanya lirik lagu Ku Mohon nyanyian Sheila Majid ini dengan perasaan mama ketika ini.....setiap doa mama memang tidak lekang dari memohon kepada Allah s.w.t agar sentiasa melindungi, memberi kekuatan, ketabahan, kecekalan, kesabaran, ketenangan, keberkatan dan sebagainya dalam kehidupan mama dan anak-anak untuk mengharungi segala dugaan di dunia ini........


Ku Mohon

Setiap hari ku memohon
Agar Kau sentiasa
Memberiku ketenangan dalam hati... kekuatan
Menempuhi segala dugaan yang mencabar ini
Pasti punya ertinya
Engkau beriku harapan
Menjawab segala persoalan
Hadapi semua dengan tenang

Dengan merasa kesyukuran
Ku doa Kau selalu
Mengawasai gerak-geriku
Berkatilah ku perlu rahmat dari Mu

Oh Tuhan terangkan hati dalam sanubariku
Untuk menempuhi segala hidup penuh cabaran ini
Oh Tuhan ku berserah segalanya kepadamu
Agar jiwaku tenang dengan bimbingan Mu selalu

Ada kalanya ku merasa hidup ini seperti kaca
Jikalau tidak bersabar
Hancur berderailah akhirnya
Tabahkanlah hatiku
Melalui semua itu... Ooh...
Kuatkanlah
Cekalkanlah diriku

Curahkanlah nikmat Mu pada hidupku

Tuesday, April 26, 2011

WANITA SOLEHAH BERSAMA SUAMI TERAKHIRNYA DI DALAM SYURGA


Mama dapat artikel ini dari sahabat mama, sekadar untuk makluman semua.... Apa-apa pun... setiap kejadian dan ketentuan tuhan ada hikmahnya.....mama redha 

WANITA SALIHAH BERSAMA SUAMI TERAKHIRNYA DI DALAM SURGA

Beliau ditanya: setelah masa iddah-ku selesai disebabkan karena suamiku meninggal, ada beberapa orang yang datang melamarku, dan aku enggan menikah agar aku menjadi istri bagi suami pertamaku yang telah meninggal, yang ketika aku bersamanya kami memiliki 3 orang anak. Alasanku dalam hal ini adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam:

«المَرْأَةُ لآخِرِ أَزْوَاجِهَا»

"seorang wanita itu bersama suami terakhirnya."

Dan telah dipraktekkan pula oleh Ummu Darda' radhiallahu anha, apakah aku berdosa jika aku menolak untuk menerima pinangan orang yang telah diridhai agama dan akhlaknya?

Beliau -hafizhahullah- menjawab:

الحمدُ لله ربِّ العالمين، والصلاةُ والسلامُ على مَنْ أرسله اللهُ رحمةً للعالمين، وعلى آله وصَحْبِهِ وإخوانِه إلى يوم الدِّين، أمّا بعد:

Seorang wanita jika berada dibawah bimbingan seorang suami yang saleh lalu suaminya meninggal, dan si istri terus berstatus sebagai janda setelahnya dan tidak menikah, Allah akan mengumpulkan keduanya di dalam surga, dan jika dia memiliki beberapa suami di dunia, maka dia di dalam surga bersama suami terakhirnya jika mereka sama dalam akhlak dan kesalehannya, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa aalihi wasallam :

«المَرْأَةُ لآخِرِ أَزْوَاجِهَا»

"seorang wanita bersama suami terakhirnya."
(Dikeluarkan Ath-Thabarani dalam "al-mu'jam al-ausath" (3/275),dari hadits Abu Darda' radhiallahu anhu. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam silsilah Ash-shahihah (3/275)

Seorang wanita jika mengkhawatirkan atas dirinya fitnah atau dia tidak punya kemampuan untuk sendirian dalam mengurusi dirinya dan keperluan anak-anaknya baik dari sisi nafkahnya, dan juga pendidikannya, maka jika ada seorang lelaki yang datang melamarnya yang telah diridhai agama serta akhlaknya, dan lelaki ini punya kemampuan untuk memenuhi berbagai kebutuhannya serta nafkah untuk anak-anaknya, maka tidak sepantasnya wanita tersebut menolaknya, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa aalihi wasallam :

إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ

"jika ada orang yang datang kepadamu lelaki yang telah engkau senangi agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia."
(HR.Tirmidzi,kitab annikah,bab: ma jaa' idza jaa'akum man tardhaunadiinahu fazawwijuuhu (1108),Baihaqi, kitab an-nikah,bab: at-targhib fit tazwiij min dzid diin wal khluluq al-mardhi (13863), dari hadits Abu Hatim Al-Muzani radhiallahu anhu, dihasankan Al-Albani dalam al-irwaa' (6/266).)

Dan juga mengamalkan kaedah yang berbunyi:

«دَرْءُ المَفَاسِدِ أَوْلَى مِنْ جَلْبِ المَصَالِحِ»

"menolak kerusakan lebih didahulukan daripada mendatangkan maslahat."

Jika suami kedua itu setara dengan suami pertamanya yang telah meninggal dalam hal akhlak dan kesalehannya,maka dia (wanita tersebut) bersama yang paling terakhir dari keduanya, namun jika tidak setara maka dia memilih yang paling baik kesalehan dan akhlaknya. Telah datang riwayat yang semakna dengan ini yang kedudukannya lemah dan mungkar dari hadits Ummu Salamah radhiallahu anha, dimana Dia bertanya kepada Nabi Shallallahu alaihi wa aalihi wasallam tentang seorang wanita yang menikah dengan dua lelaki, tiga dan empat, lalu wanita tersebut meninggal, dan mereka (para suaminya) masuk surga bersamanya, siapakah yang menjadi suaminya? Jawab Rasul Shallallahu alaihi wa aalihi wasallam:

«يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهَا تُخَيَّرُ فَتَخْتَارُ أَحْسَنَهُمْ خُلُقًا»

"wahai Ummu Salamah,dia akan diberi pilihan sehingga dia memilih yang paling baik diantara mereka."

(dikeluarkan Thabarani dalam almu'jam al-kabir (23/367),dan dalam al-ausath (3/279), dari hadits Ummu Salamah radhiallahu anha. Berkata Al-Haitsami dalam "majma' az-zawaaid" (7/255):"diriwayatkan Thabarani dan padanya terdapat seseorang bernama Sulaiman bin Abi Karimah,Dia dilemahkan oleh Abu Hatim dan Ibnu Adi." Juga dilemahkan Al-Albani dalam "dha'if at-targhib wat tarhib" (2/254) . Demikian pula dari hadits Ummu Habibah radhiallahu anha dikeluarkan At-Thabarani dalam "al-kabir" (23/222), Abd bin Humaid dalam musnadnya (1/365). Berkata Al-Haitsami dalam majma' az-zawaaid (8/52) : "diriwayatkan Ath-Thabarani dan Al-Bazzar secara ringkas, padanya terdapat Ubaid bin Ishaq dan dia seorang yang matruk (ditinggal haditsnya), sedangkan Abu Hatim meridhainya, dan dia perawi paling buruk keadaannya."

Hanya saja,mungkin dijadikan sebagai dalil dari keumuman firman Allah Azza wajalla:

﴿فِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الأَنفُسُ﴾

"di dalamnya (surga) apa saja yang disenangi oleh jiwa."
(QS.Az-Zukhruf: 71)

Maka dia diberi pilihan sehingga diapun memilih yang dia sukai akhlak dan kesalehannya, sebagaimana faedah yang juga dipetik dari firman-Nya:

﴿هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلاَلٍ﴾

"mereka bersama dengan istri-istri mereka dibawah naungan (surga)."
(QS.Yasin: 56)

Dimana seorang wanita bersama dengan yang paling mendekatinya dalam hal agama,akhlak, watak, disebabkan pernikahan yang melahirkan perasaan cinta dan kasih sayang,saling akrab dan saling mencintai, berdasarkan firman Allah Azza wajalla:

﴿وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ﴾

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."
(QS.Ruum:21)

Demikian pula seorang wanita yang masih hidup sendiri dan meninggal dalam keadaan belum sempat menikah, maka dia diberi pilihan sehingga dia memilih siapa yang dia sukai yang lebih mirip dengannya dalam hal tabiat dan akhlak, lalu Allah Azza wajalla mewujudkan apa yang menjadi permintaannya, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa aalihi wasallam:

«مَا فِي الجَنَّةَ أَعْزَبُ»
"tidak ada bujangan di dalam surga."

(dikeluarkan Imam Muslim dalam shahihnya,kitab: al-jannah wa na'imuha, bab: awwalu zumratin tadkhulul jannah… : 4147, dan Ahmad dalam musnadnya (7112) dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu)


Wednesday, April 6, 2011

Babah Gigi Anak Dara Kita Dah Ronggak

Aduh... dah tak cantik dah anak dara mama... gigi dah ronggak. Nak kata tak gosok gigi.. mama memang gosokkan gigi dia... Rina pulak jenis.... sikit-sikit cakap "mama nak gigi..." maksudnya mama nak berus gigi...
So bila dah ronggak ni.. dah la tak beberapa lawa bela senyum... 

Babah,
Sedihkan babah tak nampak semua ni....anak dara babah sorang ni.. memang berdikari sendiri...pakai baju, makan semua dia nak buat sendiri. walaupun terbalik baju tu.. dia akan buka dan pakai balik.  Macam mirul dulu dekat 5 tahun baru ada adik so dia memang manja...pakai baju ke apa dan sampai sekarang, bila makan pun nak mama suapkan. Macam umar, tak sempat lama manja dengan mama sebab dah dapat rina... Tapi rina hanya dapat kasih sayang babah hanya dalam satu tahun 5 bulan... Allah lebih sayangkan babah.....

Bila mama cakap macam ni.. seolah mama macam tak redha pemergian babah... tapi ini hanya luahan hati mama.... tiap malam sebelum tidur... bila mama cium dahi anak-anak...memang mama akan rasa sayu...tambahan bila umar sekarang ni asyik cakap balik... bila babah ada kan best mama.... 

Friday, March 25, 2011

Catatan 1 2011

Babah,
Ini catatan pertama mama tahun 2011. Banyak perkara berlaku dalam diam sejak catatan terakhir mama tahun 2010. Banyak perkara yang tidak dapat mama luahkan sebenarnya... tetapi dua hari lepas ada sesuatu yang berlaku.... kejadian itu memberi mama motivasi dan sedikit aura positif di mana mama jangan cepat putus asa dengan apa yang berlaku.

Sebenarnya mama ada sedikit hilang motivasi dengan kerja...sedih dengan kerenah ciptaan manusia di sini. Bertambah sedih bila babah tiada. Tiada tempat untuk mama mengadu....sesama manusia.... adakalanya tidak semua orang faham siapa kita.... Tapi bila namanya suami.... dia memang tahu apa baik dan buruk kita. Dia faham apa yang kita cerita walaupun adakalanya memang agak tidak masuk akal dalam cerita yang kita cerita padanya. Itulah namanya si suami pendengar setia. Dia tetap tahan dengan apa yang kita ceritakan atau mengadu.

Berbalik kepada kes dua hari lepas. Hati mama tersentuh apabila melihat peristiwa itu.....aduhhhh...memang sukar untuk diluahkan.... Kini, apa yang penting sayangilah ... Muhammad Amirul Hakimi,  Muhammad Umar Qhaliff dan Nur Nisrina Nabihah...

Terima kasih yang tidak terhingga juga, buat insan-insan yang menyayangi dan mencurahkan sedikit kasih sayang buat anak-anak kita babah............